Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik

Temukan berbagai inspirasi desain gambar toko kosmetik kecil dan unik

Saat ini semakin banyak orang yang menggunakan kosmetik. Kosmetik sudah menjadi kebutuhan utama untuk menunjang penampilan. Namun keberadaan toko kosmetik tidak sebanding dengan banyaknya orang yang mencari kosmetik, oleh karena itu ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Namun sebelum membangun toko kosmetik anda harus menentukan desain toko kosmetik. Jika memang belum memiliki modal besar, Anda bisa membuat toko kosmetik kecil-kecilan dulu.

Apa itu bisnis kosmetik?

Bisnis kosmetik adalah usaha produksi berbagai produk kosmetik untuk manusia mulai dari parfum, perawatan rambut, kuku, kulit, badan, tata rias wajah hingga produk untuk bercukur. Segala produk perawatan rambut termasuk sampo. Segala produk perawatan kulit mencakup krim atau lotion. Segala perawatan badan termasuk sabun mandi, deodorant dan lainnya.

Agar sahabat tidak salah dalam mengurus perizinan usaha yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini, sahabat perlu tahu nomor KBLI. Sama seperti bisnis lainnya, bisnis kosmetik juga diatur dalam klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) dengan nomor 20232.

Apakah buka toko kosmetik harus ada izin?

Ada beberapa izin usaha yang dibutuhkan ketika ingin mencoba peruntungan di bisnis kosmetik yaitu antara lain sebagai berikut.

1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Setiap warga negara yang sudah punya penghasilan wajib memiliki NPWP, begitupun juga dengan pelaku usaha. NPWP digunakan untuk mengurus administrasi perpajakan. Bagi anda yang belum memiliki NPWP tidak usah khawatir sebab NPWP dapat dibuat lewat online melalui website https://ereg.pajak.go.id/daftar

2. Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB adalah perizinan berusaha yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha. NIB menjadi induk dari berbagai pengurusan perizinan usaha. Lebih kerennya lagi, Surat Izin usaha perdagangan (SIUP), angka pengenal impor (API), dan tanda daftar industri (TDI), dapat digantikan perannya oleh NIB. NIB dapat diperoleh dengan mudah. Anda hanya perlu registrasi pada sistem online single submission (OSS).

3. Pendaftaran Akun OSS: Akses Hak Anda dengan Mudah!

Agar dapat memulai proses pendaftaran, langkah awal yang perlu diambil oleh Anda adalah membuat akun OSS. Akun OSS berfungsi sebagai kunci akses yang membuka pintu ke dalam sistem OSS. Di bawah ini adalah langkah-langkah sederhana untuk menciptakan akun OSS yang Anda butuhkan:

- Navigasi ke situs resmi https://oss.go.id.

- Klik opsi DAFTAR yang tersedia.

- Tentukan Skala Usaha (UMK) yang sesuai dengan bisnis Anda.

- Pilih Jenis Pelaku Usaha UMK sesuai karakteristik usaha Anda.

- Lengkapi dengan seksama formulir pendaftaran yang disediakan.

- Periksa kotak masuk email Anda dan aktifkan akun dengan mengeklik tombol Aktivasi.

- Lihat email kembali untuk mendapatkan informasi username dan password Anda.

Setelah berhasil mendaftar, Anda akan menerima email konfirmasi dari OSS yang berisi detail username dan password. Gunakan informasi ini untuk login ke sistem OSS.

4. Mengisi Formulir Pendaftaran

Pastikan bahwa Anda telah berhasil login ke platform OSS menggunakan username dan password yang telah diberikan. Selanjutnya, lanjutkan dengan mengisi formulir pendaftaran dengan langkah-langkah berikut:

  1. Akses situs resmi https://oss.go.id/.
  2. Pilih opsi MASUK.
  3. Input username dan password, serta captcha yang tertera, kemudian tekan tombol MASUK.
  4. Navigasi ke Menu Perizinan Berusaha dan pilih Permohonan Baru.
  5. Isi dengan cermat Data Pelaku Usaha.
  6. Lengkapi Data Bidang Usaha.
  7. Isi secara menyeluruh Data Detail Bidang Usaha.
  8. Isi Data Produk/Jasa Bidang Usaha.
  9. Periksa Daftar Produk/Jasa yang telah diinput.
  10. Verifikasi Data Usaha yang telah dimasukkan.
  11. Periksa Daftar Kegiatan Usaha yang tercatat.
  12. Lakukan pengecekan dan pelengkapan Dokumen Persetujuan Lingkungan (KBLI/Bidang Usaha Tertentu).
  13. Pahami dan tandai Pernyataan Mandiri yang disediakan.
  14. Periksa draf Perizinan Berusaha yang telah dibuat.
  15. Terbitkan Nomor Induk Berusaha

5. Dokumen Persetujuan untuk Produksi Produk Kosmetik

Proses produksi produk kosmetik memerlukan ketelitian dan kewajaran dalam penggunaan bahan baku, termasuk bahan kimia sebagai campuran. Penggunaan takaran yang tepat sangat penting untuk menghasilkan produk kosmetik yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga aman untuk konsumen.

Dalam konteks ini, kegiatan operasional bisnis kosmetik harus tunduk pada pengawasan individu yang memiliki kompetensi dalam ilmu kefarmasian. Oleh karena itu, Pengusaha Berdaya atau individu yang ditunjuk untuk mengelola bisnis ini harus memperoleh Persetujuan untuk Praktik Apoteker (PPA) atau Persetujuan untuk Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian (PPTTK). Dokumen persetujuan ini adalah bukti resmi yang mengakui pengetahuan dan keterampilan seseorang dalam bidang kefarmasian, memungkinkan mereka secara sah untuk melaksanakan praktik terkait dalam industri ini.

6. Sertifikasi Proses Produksi Kosmetika Sesuai dengan Standar (SPKSS)

Sertifikasi Standar Proses Produksi Kosmetika Sesuai dengan Standar (SPKSS) adalah dokumen yang menegaskan bahwa suatu perusahaan telah berhasil memenuhi standar kualitas dan keamanan dalam proses produksi kosmetika. Pemilik bisnis kosmetika yang memegang sertifikasi ini menunjukkan bahwa operasional mereka telah mengikuti panduan SPKSS, yang mencakup aspek seperti manajemen mutu, kualifikasi tenaga kerja, infrastruktur dan fasilitas, peralatan, kebersihan dan sanitasi, proses produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, pemeriksaan internal, penanganan deviasi, kontrak produksi dan pengujian, serta manajemen keluhan dan penarikan produk. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, pengajuan dapat dilakukan secara daring melalui unggah berkas yang diperlukan di portal resmi https://notifkos.pom.go.id.

7. Persyaratan Standar Distribusi dari BPOM

Setiap produk kosmetik yang akan beredar di Indonesia harus memperoleh persetujuan distribusi dari BPOM. Perlu dicatat bahwa, berbeda dengan persetujuan distribusi obat dan makanan, izin distribusi produk kosmetik diberikan dalam bentuk Notifikasi. Proses penerbitan izin distribusi ini menjamin bahwa produk kosmetik yang akan dijual di pasaran telah lulus uji keamanan, kualitas, dan memberikan manfaat yang dijanjikan.

Dalam pengajuan surat persetujuan distribusi dari BPOM, diperlukan lampiran dokumen berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas pemimpin perusahaan, fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), fotokopi sertifikat Standar Cara Produksi Kosmetika yang Baik (CPKB), dan surat pernyataan dari direktur atau pimpinan industri kosmetik yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam tindakan pidana di sektor kosmetika.

Berikut ini contoh desain toko kosmetik kecil dan sederhana cocok yang baru memulai dengan modal kecil.

Contoh desain toko kosmetik kecil

Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik
Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik
Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik
Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik
Desain Toko Kosmetik Kecil Yang Unik

Itu dia beberapa contoh gambar toko kosmetik kecil namun keren dan unik. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang berniat menjalankan bisnis ini. Jangan lewatkan update dari https://www.ayoindex.com/